Ini Untuk Ibu
mungkin aku tak pernah berdoa sebanyak tetesan keringat yang keluar dari tubuhmu
mungkin aku juga tak pernah berdoa sebanyak doamu untukku
jangankan doa, memikirkanmu saja aku tak mampu sesering kau memikirkanku
aku tau rangkaian kata ini tak mampu merubah jarak yang sudah terlanjur kita buat
ah. .. bukan kita, tapi aku
juga tak mampu memperbaiki masa lalu
hatiku terlalu dingin untuk melelehkan dinding yang terlanjur kokoh ini
juga terlalu lemah untuk langsung menghancurkannya
tawa yang pernah kita lukiskan dulu
juga senyuman yang pernah merekah
serta genggaman dan pelukan yang amat erat
terasa hanya seperti sebuah dongeng yang mustahil ada
aku tau suatu saat nanti akan ada masa dimana dinding ini akan hancur.
ya masalah waktu!
dinding yang tak lagi terpasang dengan apik seperti menertawakanku
menertawakan kebodohan dan kelemahan hatiku
menertawakan betapa malang nasibku sekarang
biarlah sekarang! tapi tidak untuk esok!
aku akan menguasaimu!
bersabarlah ibu. . .
dinding ini biar aku saja yang menghancurkannya
bersabarlah sedikit lagi ibu...
tetaplah mencari setiap keping yang kita butuhkan sekarang
bersabarlah sedikit lagi ibu...
hingga aku memintamu untuk duduk manis menungguku di rumah kita nanti
bersabarlah sedikit lagi ibu. ..
penantianmu akan segera kuakhiri
bersabarlah sedikit lagi ibu...
karena ini semua untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar